Uncategorized

Cara Memanfaatkan Sampah

Menurut Kutipan dari Bukabukumu. Istilah “sampah” mungkin akrab di telinga kita, dan hal pertama yang terlintas dalam pikiran adalah tumpukan sisa makanan atau limbah yang menyebabkan bau tidak sedap, tidak lagi bermanfaat bagi mata dan tidak lagi berguna.

Pada dasarnya, sampah adalah sisa-sisa benda atau barang yang tidak lagi dibutuhkan setelah proses penggunaan. Sampah adalah zat yang mengandung bahan kimia berbahaya dan memiliki kemampuan untuk menghancurkan segala sesuatu di sekitarnya termasuk atmosfer bumi.

Anda harus tahu bahwa sampah yang Anda lihat setiap hari memiliki beberapa jenis:

Berdasarkan sumbernya

Sampah dibagi menjadi 6 kategori, termasuk:

Limbah alami, limbah dari alam melalui proses daur ulang alami. Seperti daun kering, ranting pohon, dan sebagainya.
Limbah manusia, sisa-sisa sistem pencernaan manusia seperti tinja dan urin.

Limbah konsumsi, dan limbah dari konsumsi manusia atau konsumsi, seperti kemasan makanan dan botol minuman, dll.

Limbah nuklir, dan limbah dari pemrosesan atau pembuatan nuklir, mengandung bahan yang menghancurkan kehidupan, uranium, dan thorium.

Limbah industri, limbah cair dan padat dari produksi.
Limbah rumah tangga, sisa-sisa kegiatan rumah tangga, seperti kertas, plastik, air, dan sebagainya.

Limbah kantor dan limbah dari area kantor dan pusat perbelanjaan, seperti plastik, kertas, tekstil, dll.
Tergantung pada sifatnya

Sampah dibagi menjadi dua jenis:

Sampah organik atau sampah yang dapat dibongkar lebih lanjut oleh proses alami (biodegradable). Misalnya, daun, ranting, sayuran, dll.

Limbah atau sampah anorganik yang tidak dapat dibagi secara alami (tidak mengalami degradasi). Misalnya plastik, botol, kaleng, dll.
Tahukah Anda bahwa sampah yang Anda kumpulkan setiap hari adalah hasil dari kegiatan Anda.

Meskipun setiap aktivitas manusia, limbah harus dihasilkan. Dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan industri berkontribusi paling banyak limbah. Hampir semua produk industri akan menghasilkan limbah dalam proses akhir.

Jumlah sampah bertambah setiap hari, tetapi tidak ada upaya untuk mengurangi jumlah sampah.

Masih banyak orang yang tidak peduli, mereka acuh terhadap keberadaan sampah di sekitar mereka, dan masih banyak yang membuang sampah di sungai, dll.

Jika ini tetap tanpa tindak lanjut nyata, jumlah limbah akan terus menumpuk dan menyebabkan masalah baru. Akumulasi limbah akan menyebabkan berbagai masalah secara langsung dan tidak langsung bagi penduduk.

Dampak langsung dari tumpukan sampah adalah munculnya penyakit menular dan kulit serta masalah pernapasan. Sedangkan dampak tidak langsung adalah penyebab banjir yang disebabkan oleh tumpukan sampah di sungai.

Selain tumpukan limbah yang tidak diolah yang memiliki dampak negatif pada perubahan iklim, gas dalam limbah menguap di ruang angkasa.

Tempat sampah
Limbah tersebut diolah dengan luka bakar, karena dianggap cepat dan tidak merepotkan.

Tapi jangan salah dalam membakar konten gas berbahaya dari membakarnya, itu akan menguap di ruang angkasa dan meningkatkan suhu bumi dan mempercepat penyebab pemanasan global.

Selain membakar sampah, itu juga akan menyebabkan produksi dioksin, yang merupakan zat berbahaya dalam tubuh, yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem kekebalan tubuh, menyebabkan kanker, pertumbuhan abnormal, dan perubahan hormon.

Memang, pengelolaan limbah harus diatur secara sistematis, tidak hanya memikirkan istirahat dan istirahat pendek untuk memaksimalkan hasil.

Secara umum, pengelolaan limbah yang baik memiliki 4 prinsip, sering dikenal sebagai 4R, yaitu:

Kurangi sebanyak mungkin, kurangi penggunaan bahan atau konsumsi barang jadi, sehingga jumlah limbah yang dihasilkan relatif kecil.
Gunakan kembali, hindari barang-barang sekali pakai, cobalah untuk mengidentifikasi barang-barang yang dapat digunakan kembali. Setidaknya ini dapat memperpanjang periode waktu untuk objek atau objek yang tidak diinginkan.


Mendaur ulang, mencoba mengidentifikasi dan memilah sampah yang masih bisa digunakan atau tidak, jika ada sampah yang dapat didaur ulang, cobalah menjadikannya produk yang bermanfaat.
Ganti, cobalah lebih berhati-hati dalam memilih barang atau kebutuhan, ganti barang sekali pakai dengan barang yang lebih tahan lama dan coba gunakan barang yang ramah lingkungan untuk mengganti barang yang sulit didaur ulang.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*